booble.id - Penerapan Decoy Effect dalam Bisnis
Penerapan Decoy Effect dalam Bisnis

Penerapan Decoy Effect dalam Bisnis

Tujuan besar dari penggunaan efek decoy ini adalah agar orang- orang membeli paket harga besar yang jauh lebih menguntungkan. Caranya adalah dengan memberi opsi harga ketiga yang sebenarnya tidak menarik dan tidak seimbang.

Harga ketiga yang tidak menarik dan tidak seimbang ini akan mengacaukan pilihan awal Anda dengan kecenderungan memilih harga termurah. Dengan adanya pengacau ini, efek lebih hemat dan untung seolah lebih bisa kita dapatkan dengan opsi ketiga ini.

Sedangkan produk yang nilainya dibuat menurun dan menjadi tidak menarik (seperti ukuran medium atau small di popcorn), ini lah yang kita sebut sebagai Decoy. Permintaan produk ini menurun drastis seiring dengan peningkatan penjualan produk dengan opsi yang lebih menarik tadi.

Untuk mempraktekkan Decoy Effect, berikut ini adalah beberap contoh yang bisa Anda contek :

1. Variasi harga dengan ukuran

Contoh Decoy Effect dalam variasi harga bisa kita lihat dengan mudah dalam contoh harga popcorn

Jadi, pebisnis sengaja mendesain tiga jenis harga dengan ukuran yang berbeda. Satu ukuran kecil, sedang, dan besar. Ukuran sedang didesain memberi efek decoy dengan konsep harga yang tidak menarik dibandingkan ukuran besar karena selisih harganya tipis.

Misalnya :

Kecil seharga Rp 30.000

Sedang seharga Rp 55.000

Besar seharga Rp 60.000

Penentuan harga ini membuat produk berukuran besar lebih diminati karena menawarkan value yang lebih baik untuk calon pembeli.

Contoh bisnis yang sering menggunakan konsep decoy effect ini antara lain Starbuck, Popcorn, Jco, dan lain sebagainya. Selain industri F&B, produk smartphone juga sering memainkan trik psikologis harga ini dengan perbandingan harga dan ukuran storage yang ditawarkan.

Coba Anda ingat baik- baik, apakah Anda sering terpengaruh oleh penentuan harga ini? Yes, selamat Anda telah menjadi salah satu yang terjebak dalam decoy effect ini!

2. Paket harga dengan fitur di dalamnya

Paket harga dengan penawaran fitur di dalamnya sering kita lihat di produk digital. Berbeda dengan konsep ukuran yang tujuannya untuk Upselling ke harga tertinggi, konsep decoy effect ini bisa dilakukan dengan:

1. Menawarkan harga ketiga yang kurang menarik dan sulit dijangkau pembeli.

2. Mengarahkan pembeli ke harga tengah yang sama- sama sebagai harga

masuk akal sekaligus menguntungkan pembeli dan penjual.

Contohnya seperti yang dilakukan Filmora dengan konsep harga berikut :

1. Annual Plan US$ 39,99

2. Lifetime Plan US$ 69,99

3. Bundle Annual Plan US$99.87

Ada harga $39,99 tapi setiap tahun harus membayar, sedangkan fitur tidak begitu lengkap, atau $69,99 dengan fitur yang sudah lengkap dan biaya satu kali seumur hidup?

Anda bisa menebak kan mana yang paling banyak dipilih?

Contoh bisnis yang paling banyak menggunakan fitur ini antara lain hosting, email marketing provider, dan layanan digital lainnya.

3. Opsi Bundling Harga

Konsep bundling harga tidak berbeda jauh dengan konsep ukuran tadi. Sederhananya, kita bisa memberikan harga grosir untuk mereka yang membeli dalam jumlah lebih.

Misalnya saja :

1. Harga Theme untuk 1 domain $35

2. Theme Bundle untuk 2 domain $56

3. Theme Bundle untuk 5 domain $65

Walaupun belum tentu Anda akan menggunakannya untuk 5 domain atau bahkan belum tentu Anda mempunyai domain sebanyak itu, kemungkinan besar Anda memilih paket harga nomer tiga, bukan?

Hal yang sama juga terjadi saat Anda melakukan pembelian harga grosir untuk produk fisik. Harga paket 3 pcs atau 5pcs seringkali Anda ambil karena menarik dan menguntungkan, meski Anda tidak benar- benar membutuhkan semua produknya.

Aneh memang, tapi ini lah yang nyata dilakukan oleh Decoy Effect.

 

booble.id

Comments

booble.id
MAKASSAR WEATHER
booble.id